SEJARAH PERKEMBANGAN USHUL FIQIH

Sejarah perkembanganya

1.Masa Rasulullah SAW
2. Masa Sahabat
3. Masa Tabi’in
4. Masa Pembukuan (Tadwin)
5. Masa Modern
1. Masa Rasulullah
}Di masa awal hijriyah (Nabi saw) belum ada kebutuhan untuk ushul fiqh, karena Rasulullah SAW sendiri yang berfatwa dan mengadili dg apa yang diwahyukan padanya (Quran ) dan diilhamkan (Sunnah), dan juga ijtihad fitri beliau, sehingga tidak membutuhkan Ushul atau kaidah istimbath dan ijtihad.
Rasulullah mengajarkan Ushul fiqh kepada sahabat
Kasus Umar berkumur saat Puasa ( Qiyas)
}عن عمر قال : هشئت يوما فقبلت وأنا صائم فأتيت رسول الله صلى الله عليه و سلم فقلت صنعت أمرا عظيما قبلت وأنا صائم قال رسول الله صلى الله عليه و سلم أرأيت لو تمضمضت بماء وأنت صائم قلت لا بأس بذلك قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ففيم ( النسائي)
Kasus Sholat Ashar di Bani Quraidhah
عن ابن عمر رضي الله عنهما قال  : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم الأحزاب ( لا يصلين أحد العصر إلا في بني قريظة ) . فأدرك بعضهم العصر في الطريق فقال بعضهم لا نصلي حتى نأتيها وقال بعضهم بل نصلي ثم يرد منا ذلك . فذكر ذلك للنبي صلى الله عليه و سلم فلم يعنف واحدا منهم (البخاري)
Kasus Tayamum Dua Sahabat

عن أبي سعيد الخدري قال : خرج رجلان في سفر فحضرت الصلاة و ليس معهما ماء فتيمما صعيدا طيبا فصليا ثم وجدا الماء في الوقت فأعاد أحدهما الصلاة و الوضوء و لم يعد الآخر ثم أتيا رسول الله صلى الله عليه و سلم فذكروا ذلك له فقال للذي لم يعد أصبت السنة و أجزأتك صلاتك و قال للذي توضأ و عاد : لك الأجر مرتين (الحاكم)

2. Masa sahabat

Para Sahabat setelahnya berfatwa dg sumber Quran & Sunnah, melalui pemahaman mereka yang kuat ttg : bahasa arab, asbabul nuzul dan wurud, dan pemahaman maqoshid syariah & prinsip2 tasyri’ pada hal2 yg tidak ada nash-nya

Umar ra tidak membagikan ghanimah berupa tanah pertanian di Sawad Iraq
Umar ra tidak lagi memberikan zakat pada muallaf
Umar ra tidak menjalankan praktek hukum potong tangan pada pencuri di masa paceklik dan kelaparan
Ali ra memutuskan vonis 80 kali dera pada mereka yang terbukti minum khamr
3. Masa tabi’iin
Setelah meluasnya Islam, bngsa Arab bercampur dg yang lainnya, maka terjadi assimilasi pd bahasa arab, sehingga menimbulkan banyak kerancuan dan syubhat pada proses memahami sebuah nash. Maka dibutuhkan penyusuan kaidah bahasa
Mulai muncul perdebatan di kalangan ahli hadits dan ahli ro’yi, begitu pula muncul kelompok yang berani menggunakan hujjah dengan hal-hal yang tidak layak dijadikan hujjah, saling mengingkari hujjah, dsb. Ini semua membutuhkan perumusan kaidah dan batasan batasan ushul fiqh yang jelas
2 madrasah Fiqih pada masa tabi’in
Ahlu hadist

Pusat di Hijaz ( Mekkah dan Madinah)

Pusat di Iraq ( Kufah dan Bashroh)
Pengusungnya :Murid2 dari Abdullah bin Mas’ud
 Ahlu ro’yu
Banyak menggunakan ijtihad qiyasi                                                                                                                             Pengusungnya : murid murid dari ibnu umar danibnu amr bin ash
Mengoptimalkan penggunaan riwayat
Memahami Ahlu Ro’yu
 
Sedikitnya jumlah hadits yang sampai ke ulama Irak
Ketatnya seleksi hadits yang mereka lakukan, hal ini karena banyaknya hadits-hadits palsu yang beredar di kalangan mereka sehingga mereka tidak mudah menerima riwayat seseorang kecuali melalui proses seleksi yang ketat.
Di sisi lain masalah baru yang mereka hadapi dan memerlukan ijtihad begitu banyak, maka mau tidak mau mereka mengandalkan qiyas (analogi) dalam menetapkan hukum. Masalah-masalah baru ini muncul akibat peradaban dan kehidupan masyarakat Irak yang sangat kompleks.
Memahami Ahlu Hadist
Banyaknya hadits yang berada di tangan mereka dan sedikitnya kasus-kasus baru yang memerlukan ijtihad.
Contoh yang mereka dapati dari guru mereka, seperti Abdullah bin Umar ra, dan Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, yang sangat berhati-hati menggunakan logika dalam berfatwa.
Masa Pembukuan
4. Masa pembukuan
3 faktor penulisan Ushul Fiqih
1)Adanya perdebatan sengit antara madrasah Irak dan madrasah Hijaz.
2)Mulai melemahnya kemampuan bahasa Arab di sebagian umat Islam akibat interaksi dengan bangsa lain terutama Persia.

3)Munculnya banyak persoalan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memerlukan kejelasan hukum, sehingga kebutuhan akan ijtihad kian mendesak.

Menurut  Ibnu Nadim : Ulama yang pertamakali menyusun ilmu ushul  fiqh adalah Imam Abu Yusuf, murid Imam Abu Hanifah     ( Kitabnya tidak sampai kepada kita).
Menurut Abdul Wahhab Khallaf  dan Jumhur ulama :  Yang pertamakali membukukan kaidah ushul fiqh adalah Imam Syafi’i dalam kitabnya  Ar-Risalah.
Sampai sekarang, Imam Syafi’I dipandang sebagai   bapak Ilmu Ushul Fiqh.
Metode Mutakallimin
Metode ini memusatkan diri pada kajian teoritis murni untuk menghasilkan kaidah-kaidah ushul yang kuat, walaupun kaidah itu mungkin tidak mendukung mazhab fiqh penulisnya.
Dalam mengkaji dan menelurkan kaidah ushul, metode ini sangat mengandalkan kajian bahasa Arab yang mendalam, menggunakan dalalah (indikator) yang ditunjukkan oleh lafazh kata atau kalimat, logika akal, dan pembuktian dalil-dalilnya.
Metode ini benar-benar terlepas dari pembahasan cabang-cabang fiqh dan fanatisme mazhab, jika masalah fiqh disebutkan ia hanya sebagai contoh penerapan saja.
Metode Fuqoha
1)Keterkaitan erat antara Ushul Fiqh dengan masalah cabang-cabang Fiqh dimana ia dijadikan dalil dan sumber utama kaidah-kaidah ushul yang mereka buat. Apabila ada kaidah ushul yang bertentangan dengan ijtihad fiqh para imam dan ulama mazhab Hanafi, mereka menggantinya dengan kaidah yang sesuai.
2)Tujuan utama dari metode ini adalah mengumpulkan hukum-hukum Fiqh hasil ijtihad para ulama mazhab Hanafi dalam kaidah-kaidah ushul.
3)Metode ini terlepas dari kajian teoritis dan lebih bersifat praktis.
Metode penggabungan
1)Metode ini muncul pertama kali pada permulaan abad ke-7 Hijriyah melalui seorang alim Irak bernama Ahmad bin Ali bin Taghlib yang dikenal dengan Muzhaffaruddin Ibnus Sa’ati (wafat th 694 H) dengan bukunya Badi’un-Nizham Al-Jami’ baina Ushul Al-Bazdawi Wal-Ihkam.
2)Di antara keistimewaan terpenting dari metode ini adalah penggabungan antara kekuatan teori dan praktek yaitu dengan mengokohkan kaidah-kaidah ushul dengan argumentasi ilmiah disertai aplikasi kaidah ushul tersebut dalam kasus-kasus fiqh
.Image

Tentang ikada67

EnjOy Is my life
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s